Perkembangbiakan Makhluk Hidup pada Manusia

Setiap makhluk hidup berusaha melestarikan jenisnya dari kepunahan. Oleh karena itu, setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk berkembang biak. Berkembang biak adalah cara menghasilkan keturunan atau anak. Lalu, bagaimana halnya dengan hewan dan tumbuhan.? Jawaban mengenai pertanyaan tersebut akan kalian dapatkan setelah mempelajari materi ini. Secara umum perkembangbiakan makhluk hidup dibedakan menjadi dua cara, yaitu :
- Perkembangbiakan secara generatif (kawin), yaitu individu baru (anak) merupakan hasil perkawinan antara induk jantan dan induk betina. Perkawinan atau pembuahan adalah proses peleburan sel kelamin jandan dan sel kelamin betina.
- Perkembangbiakan secara vegetatif (tidak kawin), yaitu individu baru (anak) berasal hanya dari satu induk saja, sehingga individu baru merupakan bagian tubuh induknya. Sifat-sifat individu baru sama persis dengan induknya.
Agar dapat berkembang biak dan melestarikan keturunan, manusia melakukan perkembangbiakan secara generatif melalui perkawinan. Untuk melakukan perkembangbiakan harus di awali tahapan tumbuhan menuju kedewasaan.
- Manusia dapat memulai proses perkembangbiakan ketika sudah dewasa.
- Sebelum dewasa, manusia mengalami proses menuju kedewasaan  yang ditandai dengan masa pubertas.
- Tahapan atau masa pubertas salah satu tahapan yang selalu dilalui oleh setiap manusia.
- Selama masa pubertas setiap manusia akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat disertai banyak perubahan.
- Masa pubertas dimulai pada usia 9-14 tahun dan berakhir menjelang usia 20 tahunan dengan ditandai berhentinya pertambahan tinggi badan.
- Tahapan pubertas ini sangat berkaitan erat dengan kemampuan manusia untuk berkembang biak, karena terjadinya perubahan fisik pada tubuh memungkinkan manusia dapat berkembang biak secara kawin.
- Masa pubertas anak perempuan lebih cepat dibandingkan dengan anak laki-laki. Perubahan jelas terlihat pada perubahan fisiknya yang mengiringi perubahan utama yang terjadi dalam tubuh. Perubahan tersebut dikendalikan oleh hormon kelamin. Ciri-ciri perubahan fisik dapat kita lihat pada masa pubertas adalah sebagai berikut.

Kematangan perkembangan alat kelamin pada perempuan, ditandai dengan :
- Terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah keluarnya sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium) yang tidak dibuahi bersama lapisan dinding rahim yang banyak mengandung pembuluh darah.
- Pada saat menstruasi, darah keluar sedikit demi sedikit melalui lubang kelamin (vagina) selama 2-14 hari, menstruasi terjadi setiap bulan sekali atau terjadi setiap 28 hari sekali. Namun setiap wanita lama menstruasi dan siklus menstruasi berbeda-beda.
- Pinggul membesar untuk mempermudah kelahiran dan pasudara membesar untuk mempersiapkan air susu bagi bayi yang dilahirkannya.
Kematangan perkembangan alat kelamin pada laki-laki, ditandai dengan:
- Pubertas pada anak laki-laki ditandai dengan dihasilkannya sel sperma (sel kelamin jantan) oleh alat kelamin laki-laki yang disebut testis.
- Jutaan sperma dihasilkan setiap hari oleh seorang laki-laki. Sehingga apabila testis telah penuh, kemungkinan sperma keluar dengan sendirinya melalui mimpi, yang dikenal dengan mimpi basah.

Setelah usia 40 tahun tubuh kita akan menua dengan cepat. Masa ini disebut lanjut usia. Masa lanjut usia ditandai dengan :
- Kulit menjadi berkerut, tulang-tulang menjadi rapuh, otot makin lemah, rambut menipis dan memutih.
- Pada akhirnya fungsi organ dalam tubuh berhenti dan suatu saat seseorang meninggal.

Terimakasih. Semoga materi ini bisa menambah wawasan pengetahuan kita mengenai Perkembangbiakan Makhluk Hidup pada manusia. Semoga bermanfaat....

Terkait Materi SMA/SMK Materi SMP/MTs Lihat Juga

Perkembangbiakan Makhluk Hidup pada Manusia
4/ 5
Oleh